Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ledakan Pager di Lebanon: Dugaan dan Dampak

alt text
Ledakan Pager di Lebanon: Dugaan dan Dampak

Lebih dari 2.700 orang terluka dan sembilan orang, termasuk seorang anak perempuan berusia delapan tahun, tewas akibat ledakan ribuan pager milik kelompok bersenjata Hizbullah di seluruh penjuru Lebanon pada Selasa, 17 September 2024. Ledakan-ledakan ini juga melukai Duta Besar Iran untuk Lebanon, Mojtaba Amani, dan menewaskan putra anggota parlemen Hizbullah, Mohammad Mahdi Ammar.

Rentetan ledakan terjadi sekitar pukul 16:45 waktu setempat dan berlangsung serempak di berbagai wilayah selama sekitar satu jam. Hizbullah langsung menuding Israel sebagai dalang di balik insiden misterius ini. Namun, penyebab ledakan belum dapat dipastikan oleh pihak berwenang, dan penyelidikan masih berlangsung.

Beberapa laporan media menyebutkan bahwa sekitar 3.000 pager milik Hizbullah meledak saat menerima pesan berisi kode, yang secara bersamaan mengaktifkan bahan peledak yang diduga tertanam di dalamnya. Laporan lain menyorati dugaan peretasan pada jaringan radio pager, yang menyebabkan sistem memancarkan sinyal memicu respons yang telah dimodifikasi.

Analis data Ralph Baydoun berpendapat bahwa intelijen Israel mungkin terlibat dalam serangan ini. Menurutnya, Israel dapat memperoleh informasi berharga dari pager-pager tersebut, bahkan setelah ledakan terjadi. Baydoun juga menyatakan bahwa skenario paling mungkin adalah ribuan pager ini telah dibajak dan diprogram melalui kode yang telah dimodifikasi.

Sejalan dengan hal ini, mantan perwira militer Inggris dan ahli senjata kimia, Hamish de Bretton-Gordon, menduga bahwa pager-pager milik Hizbullah telah diretas selama proses pengiriman. Dugaan ini diperkuat oleh laporan sumber keamanan senior Lebanon yang mengindikasikan keterlibatan badan intelijen Mossad Israel dalam serangan ini.

Namun, dugaan keterlibatan Israel dibantah oleh Gold Apollo, perusahaan yang awalnya dituding sebagai produsen pager-pager tersebut. Pendiri Gold Apollo, Hsu Ching-Kuang, menyatakan bahwa pager-pager yang digunakan dalam ledakan di Lebanon dibuat oleh perusahaan di Eropa, yang menggunakan merek mereka.

Peristiwa ledakan pager massal ini memicu kecaman dari berbagai pihak, termasuk Perdana Menteri Lebanon, Najib Mikati, yang menganggap ledakan ini sebagai "pelanggaran serius terhadap kedaulatan Lebanon serta kejahatan menurut semua standar". Menteri Informasi Lebanon, Ziad Makary, juga turut mengecam insiden ini.

Insiden ini juga menimbulkan kepanikan dan kebingungan massal di kalangan masyarakat Lebanon, serta membebani rumah sakit setempat yang kewalahan menangani jumlah korban yang sangat banyak.

Sumber:

Post a Comment for "Ledakan Pager di Lebanon: Dugaan dan Dampak"